Dokter Spesialis THT · Bedah Kepala & Leher

dr. Gustav
Syukrinto

Sp.THT-BKL, FISQua, AIFO-K — Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala & Leher

Pelayanan THT yang aman, nyaman, dan mengutamakan Anda — dari konsultasi keluhan sehari-hari hingga tindakan bedah endoskopi.

13+
tahun pengalaman menangani pasien THT
FK UI
Spesialis THT, Universitas Indonesia
Sleep
Fellowship Sleep Surgery, Singapura
dr. Gustav Syukrinto, Sp.THT-BKL, FISQua, AIFO-K, dokter spesialis THT Bedah Kepala & Leher

Tentang Saya

Hampir 13 tahun mendampingi pasien dengan keluhan telinga, hidung, dan tenggorok — dengan pendekatan yang tenang, teliti, dan menjelaskan setiap langkah.

Saya dr. Gustav Syukrinto, Sp.THT-BKL, FISQua, AIFO-K, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher. Dedikasi saya adalah memberikan pelayanan kesehatan THT yang aman, nyaman, dan menjadikan pasien sebagai prioritas.

Saya menempuh pendidikan dokter di Universitas YARSI dan menyelesaikan pendidikan spesialis THT di Universitas Indonesia, dilanjutkan dengan fellowship di bidang sleep medicine dan bedah tidur di Singapura, serta pelatihan bedah sinus endoskopi (FESS) di Adelaide, Australia.

Selain praktik klinis, saya aktif di organisasi profesi sebagai Wakil Ketua IDI Banten dan Ketua PERHATI-KL Banten — komitmen yang sama saya bawa ke setiap ruang konsultasi: pelayanan yang jelas dan bisa dipercaya.

Keahlian Utama

Penanganan menyeluruh, dari keluhan ringan hingga tindakan bedah.

Penanganan Keluhan THT

Hidung tersumbat, sinusitis, radang tenggorok, gangguan pendengaran, vertigo, dan keluhan THT lain pada dewasa & anak.

Pengangkatan Amandel

Tonsilektomi & adenoidektomi untuk amandel/adenoid yang sering meradang, mengganggu napas, atau tidur anak.

Bedah Sinus Endoskopi (FESS)

Functional Endoscopic Sinus Surgery untuk sinusitis kronis dan polip hidung — minimal sayatan, fokus pada fungsi.

Bedah Tidur & Mendengkur

Evaluasi dan tindakan untuk mendengkur serta gangguan napas saat tidur (sleep apnea) — Fellowship Sleep Surgery.

Bedah Kepala & Leher

Penanganan benjolan dan kelainan di area kepala–leher dengan ketelitian dan perencanaan yang matang.

Pendidikan & Sertifikasi

Latar belakang akademik & pelatihan lanjutan.

Pendidikan

Spesialis THT-KL

Universitas Indonesia

Dokter & Sarjana Kedokteran

Universitas YARSI

Sertifikasi & Fellowship

Sleep medicine and snoring

ASIA SLEEP, Singapura

Functional Endoscopic Sinus Surgery Course

Adelaide, Australia

Anggota IDI & PERHATI-KL

Ikatan Dokter Indonesia · Perhimpunan Dokter Spesialis THT-BKL Indonesia

Edukasi & Media

Cuplikan edukasi & kegiatan.

Kunjungi Channel YouTube

Jadwal & Lokasi Praktek

Temui saya di tiga lokasi.

Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu — mohon konfirmasi via WhatsApp sebelum berkunjung.

Peran & Organisasi

Aktif di organisasi profesi kedokteran.

2025 – 2028

Ketua PERHATI-KL

Perhimpunan Dokter Spesialis THT Banten
2025 – 2028

Wakil Ketua IDI

Banten
2024 – 2027

Ketua KOPMAS

Koperasi Perhati-KL Mandiri Sejahtera

Edukasi & Artikel

Pahami keluhan THT Anda dengan benar.

Kumpulan artikel seputar mendengkur, bernapas lewat mulut, adenoid, amandel, sleep apnea, dan hidung tersumbat — ditulis untuk membantu Anda mengenali gejala dan tahu kapan perlu memeriksakan diri.

Mendengkur (ngorok) adalah suara yang muncul ketika udara yang mengalir saat bernapas menggetarkan jaringan lunak di belakang tenggorok dan langit-langit lunak. Getaran ini terjadi karena saluran napas atas menyempit, sehingga udara harus melewati celah yang lebih kecil.

Mengapa saluran napas menyempit saat tidur

Saat tidur, otot-otot di sekitar tenggorok dan lidah ikut mengendur. Pada sebagian orang, relaksasi ini cukup untuk menyempitkan jalan napas. Posisi tidur terlentang juga membuat lidah dan langit-langit lunak cenderung turun ke belakang.

Faktor yang sering memperberat mendengkur

  • Hidung tersumbat (alergi, pilek, kelainan struktur hidung)
  • Kelebihan berat badan, terutama lemak di area leher
  • Pembesaran amandel atau adenoid (sering pada anak)
  • Konsumsi alkohol atau obat penenang sebelum tidur
  • Usia, karena tonus otot menurun seiring bertambahnya usia

Mendengkur sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun bila mendengkur terjadi hampir setiap malam, terdengar sangat keras, atau disertai jeda napas, sebaiknya diperiksakan ke dokter THT untuk menilai apakah ada gangguan napas saat tidur.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Anak yang sesekali mendengkur saat pilek umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Yang perlu diperhatikan adalah mendengkur yang terjadi hampir setiap malam dan menetap meski anak sedang tidak sakit.

Penyebab tersering pada anak

Penyebab paling sering adalah pembesaran adenoid dan/atau amandel yang mempersempit saluran napas, serta alergi hidung yang menyebabkan hidung tersumbat. Pada usia anak, jaringan ini memang sedang aktif sehingga mudah membesar.

Tanda yang perlu diwaspadai

  • Tampak ada jeda napas, tersedak, atau megap-megap saat tidur
  • Tidur gelisah, sering terbangun, berkeringat, atau mengompol
  • Mengantuk berlebihan, sulit konsentrasi, atau justru tampak hiperaktif di siang hari
  • Sering bernapas lewat mulut, suara sengau, atau infeksi telinga berulang

Bila anak menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter THT. Gangguan napas saat tidur pada anak dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, perilaku, hingga tumbuh kembang.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Tidak semua mendengkur berbahaya. Sebagian orang mengalami primary snoring — mendengkur tanpa gangguan napas. Namun mendengkur juga bisa menjadi tanda Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu kondisi saluran napas berulang kali tertutup saat tidur.

Tanda mendengkur perlu dievaluasi

  • Mendengkur sangat keras dan terjadi setiap malam
  • Ada jeda napas yang disaksikan orang lain, lalu tersedak atau megap
  • Sering terbangun, tidur tidak nyenyak
  • Mengantuk berlebihan di siang hari meski tidur cukup
  • Sakit kepala saat bangun, sulit fokus, atau mudah lelah
  • Tekanan darah tinggi yang sulit terkontrol

Mengapa ini penting

OSA yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, dan menurunkan kualitas hidup. Karena itu mendengkur dengan tanda-tanda di atas sebaiknya tidak dianggap sekadar kebiasaan.

Pemeriksaan oleh dokter THT dapat menilai sumber penyempitan saluran napas dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tidur lebih lanjut.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Untuk mendengkur ringan tanpa gangguan napas, sejumlah langkah sederhana sering membantu sebelum mempertimbangkan tindakan medis.

Langkah yang bisa dicoba

  • Jaga berat badan ideal — penurunan berat badan dapat mengurangi penyempitan saluran napas.
  • Tidur miring — posisi terlentang membuat lidah jatuh ke belakang. Tidur menyamping sering mengurangi dengkuran.
  • Atasi hidung tersumbat — hidung yang lega membuat napas lebih lancar. Cuci hidung dengan larutan salin dapat membantu.
  • Hindari alkohol dan obat penenang sebelum tidur karena membuat otot tenggorok terlalu rileks.
  • Jaga jadwal tidur dan hindari kelelahan berlebihan.
  • Berhenti merokok karena asap mengiritasi dan menyebabkan pembengkakan saluran napas.

Bila langkah di atas belum cukup

Bila mendengkur menetap atau disertai jeda napas dan kantuk siang, evaluasi medis tetap diperlukan. Dokter THT dapat memeriksa apakah ada sumbatan anatomis seperti pembesaran amandel, adenoid, kelainan septum, atau pembesaran konka yang perlu ditangani.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Operasi untuk mendengkur bukan langkah pertama. Tindakan ini dipertimbangkan ketika terdapat sumbatan anatomis yang jelas dan upaya non-bedah belum memberi hasil, atau bila mendengkur disertai gangguan napas saat tidur.

Jenis tindakan yang mungkin dipertimbangkan

  • Bedah hidung — koreksi sekat hidung yang bengkok (deviasi septum) atau pengecilan konka untuk melegakan napas hidung.
  • Tonsilektomi / adenoidektomi — pengangkatan amandel dan/atau adenoid yang membesar, terutama pada anak.
  • Bedah pada langit-langit lunak untuk mengurangi jaringan yang bergetar pada kasus tertentu.

Bagaimana keputusannya diambil

Pilihan tindakan sangat bergantung pada letak penyempitan saluran napas pada masing-masing orang. Karena itu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu — termasuk pemeriksaan endoskopi dan, bila diperlukan, pemeriksaan tidur — sebelum menentukan jenis tindakan yang paling sesuai.

Diskusikan manfaat, risiko, dan harapan hasil tindakan secara langsung dengan dokter THT agar keputusan diambil berdasarkan kondisi Anda.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Pada kondisi normal, kita bernapas melalui hidung. Hidung menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru. Bernapas lewat mulut (mouth breathing) terjadi ketika hidung sulit dilewati udara sehingga tubuh "mengalihkan" jalur napas ke mulut.

Penyebab tersering

  • Alergi hidung (rinitis alergi) yang menyebabkan hidung tersumbat berulang
  • Pembesaran adenoid, terutama pada anak, yang menyumbat bagian belakang hidung
  • Deviasi septum — sekat hidung yang bengkok
  • Pembesaran konka di dalam rongga hidung
  • Polip hidung atau sumbatan lain
  • Kebiasaan yang menetap meski penyebab awalnya sudah hilang

Mengapa perlu diperhatikan

Bernapas lewat mulut dalam jangka panjang dapat menyebabkan mulut kering, mengganggu kualitas tidur, dan pada anak yang sedang tumbuh dapat memengaruhi perkembangan wajah serta posisi gigi. Karena itu penting mencari dan mengatasi penyebabnya, bukan hanya gejalanya.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Bernapas lewat mulut yang menetap pada anak bukan kebiasaan yang sepele. Karena hidung tidak berfungsi optimal, anak bisa mengalami sejumlah dampak.

Dampak yang sering terjadi

  • Kualitas tidur menurun — anak sering mendengkur, tidur gelisah, dan tidak segar saat bangun.
  • Konsentrasi dan perilaku — kurang tidur berkualitas dapat membuat anak sulit fokus, mudah rewel, atau tampak hiperaktif.
  • Kesehatan mulut — mulut yang kering meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah gusi.
  • Perkembangan wajah dan gigi — pada masa pertumbuhan, kebiasaan ini dapat berkaitan dengan pola wajah memanjang dan gigi berjejal.

Kapan sebaiknya ke dokter

Bila anak terus-menerus bernapas lewat mulut, mendengkur setiap malam, sering pilek atau hidung tersumbat, atau mengalami infeksi telinga berulang, sebaiknya diperiksakan ke dokter THT. Penanganan dini sebelum dan selama masa pertumbuhan memberi hasil yang lebih baik.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Pada anak yang sedang tumbuh, posisi lidah, bibir, dan pola napas ikut memengaruhi arah pertumbuhan rahang dan wajah. Ketika anak terbiasa bernapas lewat mulut dalam waktu lama, keseimbangan ini dapat terganggu.

Pola yang sering dikaitkan

  • Wajah cenderung memanjang dan menyempit
  • Mulut sering tampak terbuka
  • Langit-langit mulut menjadi tinggi dan sempit
  • Gigi berjejal atau susunan gigi tidak rapi (maloklusi)

Pola wajah ini sering disebut adenoid facies karena banyak kasus berkaitan dengan pembesaran adenoid yang membuat anak bernapas lewat mulut.

Dampak pada kesehatan mulut

Bernapas lewat mulut membuat mulut menjadi kering. Air liur yang berkurang melemahkan perlindungan alami terhadap bakteri, sehingga risiko gigi berlubang dan radang gusi meningkat.

Kabar baiknya, bila penyebab sumbatan hidung dikenali dan ditangani sejak dini, dampak ini dapat dikurangi. Penanganan sering melibatkan kerja sama antara dokter THT dan dokter gigi/ortodonti.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Menyuruh anak atau orang dewasa "menutup mulut" saja jarang berhasil bila hidungnya memang sulit dilewati udara. Langkah utamanya adalah mengatasi penyebab sumbatan hidung.

Pendekatan yang umum dilakukan

  • Mengelola alergi hidung — menghindari pemicu dan terapi sesuai anjuran dokter untuk mengurangi sumbatan.
  • Menangani pembesaran adenoid bila menjadi penyebab utama, termasuk mempertimbangkan tindakan bila diperlukan.
  • Memperbaiki kelainan struktur seperti deviasi septum atau pembesaran konka pada kasus tertentu.
  • Cuci hidung dengan larutan salin untuk membantu melegakan napas.
  • Latihan otot mulut dan wajah (terapi myofunctional) pada sebagian kasus, sesuai indikasi.

Mulai dari evaluasi

Karena penyebab bernapas lewat mulut berbeda-beda, langkah paling tepat adalah memeriksakan diri ke dokter THT. Setelah penyebabnya diketahui melalui pemeriksaan, penanganan dapat diarahkan sesuai akar masalah sehingga napas hidung dapat kembali optimal.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Adenoid adalah kumpulan jaringan limfoid (kelenjar) yang terletak di bagian atap nasofaring, yaitu di belakang hidung tepat di atas langit-langit lunak. Karena posisinya tersembunyi, adenoid tidak bisa dilihat langsung saat membuka mulut.

Apa fungsinya

Adenoid merupakan bagian dari sistem imun. Pada usia anak, jaringan ini membantu mengenali kuman yang masuk melalui hidung dan mulut. Adenoid paling aktif pada masa kanak-kanak.

Mengapa bisa membesar

Karena perannya dalam melawan infeksi, adenoid bisa membesar ketika sering terpapar kuman atau pada kondisi alergi. Pada banyak anak, adenoid akan mengecil dengan sendirinya menjelang usia remaja seiring perkembangan sistem imun.

Masalah muncul bila adenoid membesar berlebihan sehingga menyumbat saluran napas di belakang hidung. Kondisi ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, bernapas lewat mulut, mendengkur, dan gangguan pada telinga. Bila gejala ini menetap, sebaiknya diperiksakan ke dokter THT.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Pembesaran adenoid paling sering terjadi pada anak. Karena letaknya di belakang hidung, gejalanya berkaitan dengan sumbatan napas hidung dan gangguan fungsi telinga.

Gejala pada napas

  • Hidung tersumbat yang menetap
  • Sering bernapas lewat mulut, termasuk saat tidur
  • Mendengkur, tidur gelisah, kadang disertai jeda napas
  • Suara terdengar sengau

Gejala pada telinga

Adenoid yang besar dapat mengganggu saluran penghubung antara hidung dan telinga (tuba Eustachius). Akibatnya bisa muncul:

  • Infeksi telinga yang berulang
  • Penumpukan cairan di telinga tengah
  • Penurunan pendengaran sementara

Kapan perlu evaluasi

Bila gejala-gejala tersebut menetap dan mengganggu tidur, pendengaran, atau aktivitas anak, sebaiknya konsultasikan ke dokter THT. Pemeriksaan diperlukan untuk menilai derajat pembesaran dan menentukan penanganan yang sesuai.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Adenoidektomi adalah tindakan pengangkatan jaringan adenoid yang membesar. Tindakan ini dipertimbangkan ketika adenoid menyebabkan gangguan yang menetap dan tidak membaik dengan penanganan lain.

Kapan dipertimbangkan

  • Sumbatan napas hidung yang berat sehingga anak terus bernapas lewat mulut dan mendengkur
  • Gangguan napas saat tidur
  • Infeksi telinga berulang atau cairan menetap di telinga tengah yang memengaruhi pendengaran
  • Infeksi saluran napas atas berulang yang terkait adenoid

Tentang tindakannya

Adenoidektomi umumnya merupakan tindakan singkat yang dilakukan dengan bius. Pada banyak kasus, adenoidektomi dilakukan bersamaan dengan pengangkatan amandel (tonsilektomi) bila keduanya menjadi masalah. Pemulihan biasanya relatif cepat dengan perawatan sesuai anjuran dokter.

Keputusan yang individual

Tidak semua pembesaran adenoid memerlukan operasi. Keputusan diambil setelah pemeriksaan menyeluruh dengan mempertimbangkan gejala, derajat sumbatan, dan dampaknya pada anak. Diskusikan manfaat dan risikonya langsung dengan dokter THT.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Banyak orang tua bingung membedakan pilek biasa dengan masalah adenoid. Kuncinya adalah memperhatikan gejala yang menetap dan mengganggu keseharian anak, bukan yang hilang dalam beberapa hari.

Tanda sebaiknya diperiksakan

  • Anak hampir selalu bernapas lewat mulut, termasuk siang hari
  • Mendengkur hampir setiap malam, tidur gelisah, atau tampak ada jeda napas
  • Hidung tersumbat berkepanjangan dan suara sengau
  • Infeksi telinga berulang atau anak tampak kurang merespons suara (kemungkinan gangguan pendengaran)
  • Mengantuk, sulit konsentrasi, atau perubahan perilaku akibat tidur yang terganggu

Mengapa jangan ditunda

Gangguan napas saat tidur dan gangguan pendengaran pada masa anak dapat memengaruhi konsentrasi, perkembangan bicara, serta tumbuh kembang. Penanganan dini membantu mencegah dampak jangka panjang.

Dokter THT dapat menilai kondisi adenoid melalui pemeriksaan dan menentukan apakah cukup dengan terapi atau diperlukan tindakan lebih lanjut.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Adenoid face atau adenoid facies adalah istilah untuk pola wajah tertentu yang terbentuk akibat kebiasaan bernapas lewat mulut dalam waktu lama, terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Mengapa bisa terjadi

Pada masa pertumbuhan, posisi lidah, bibir, dan pola napas turut memengaruhi arah pertumbuhan rahang dan wajah. Ketika anak terus bernapas lewat mulut — sering karena pembesaran adenoid yang menyumbat belakang hidung — keseimbangan otot di sekitar wajah berubah, dan hal ini dapat memengaruhi bentuk wajah seiring waktu.

Bukan hanya soal penampilan

Adenoid face mencerminkan adanya masalah pernapasan yang berlangsung lama. Di baliknya sering terdapat sumbatan hidung kronis, gangguan tidur, atau masalah telinga yang juga perlu diperhatikan.

Karena pola ini berkembang pada masa pertumbuhan, deteksi dan penanganan dini sangat penting. Bila Anda melihat anak terus bernapas lewat mulut, mendengkur, dan wajahnya mulai menunjukkan ciri-ciri tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter THT.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Adenoid face berkembang perlahan, sehingga orang tua sering tidak menyadarinya sampai cukup jelas. Mengenali cirinya sejak awal membantu penanganan lebih dini.

Ciri yang sering terlihat

  • Mulut sering terbuka, baik saat istirahat maupun tidur
  • Wajah cenderung memanjang dan menyempit
  • Langit-langit mulut tinggi dan sempit
  • Gigi berjejal atau susunan gigi tidak rapi (maloklusi), kadang gigi atas tampak lebih maju
  • Dagu tampak mundur ke belakang
  • Area bawah mata tampak lelah, dan bibir cenderung kering

Yang perlu diingat

Ciri-ciri ini tidak selalu muncul bersamaan, dan tidak setiap anak yang bernapas lewat mulut akan mengalaminya. Namun bila beberapa ciri ini terlihat disertai kebiasaan bernapas lewat mulut dan mendengkur, sebaiknya diperiksakan.

Dokter THT dapat menilai apakah ada sumbatan hidung atau pembesaran adenoid yang mendasari, sehingga penyebabnya dapat ditangani sebelum pola wajah semakin terbentuk.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Karena adenoid face berkembang pada masa pertumbuhan, kunci utamanya adalah mengenali dan mengatasi penyebab bernapas lewat mulut sedini mungkin, idealnya sebelum pola wajah terbentuk.

Langkah pencegahan dan penanganan

  • Mengembalikan napas hidung dengan mengatasi sumbatan — misalnya mengelola alergi atau menangani pembesaran adenoid.
  • Mempertimbangkan adenoidektomi bila adenoid yang besar menjadi penyebab utama dan menimbulkan gangguan.
  • Kerja sama dengan dokter gigi/ortodonti untuk menilai dan, bila perlu, mengoreksi susunan gigi dan rahang.
  • Terapi otot mulut dan wajah (myofunctional) pada sebagian kasus sesuai indikasi.

Tentang harapan hasil

Penanganan pada anak yang masih tumbuh umumnya memberi hasil lebih baik karena tulang dan jaringan masih berkembang. Setelah pertumbuhan selesai, sebagian perubahan mungkin lebih sulit dikoreksi dan memerlukan pendekatan tersendiri.

Langkah paling tepat adalah evaluasi menyeluruh oleh dokter THT untuk menemukan akar penyebabnya, lalu menyusun penanganan yang sesuai bersama tenaga kesehatan terkait.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Amandel atau tonsil (lebih tepatnya tonsil palatina) adalah sepasang jaringan limfoid yang terletak di sisi kiri dan kanan bagian belakang rongga mulut. Berbeda dengan adenoid, amandel bisa terlihat ketika membuka mulut lebar.

Apa fungsinya

Amandel merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh. Letaknya di "pintu masuk" saluran napas dan pencernaan membantu mengenali kuman yang masuk melalui mulut dan hidung, terutama pada masa anak.

Mengapa bisa bermasalah

Karena perannya melawan infeksi, amandel dapat meradang (tonsilitis) atau membesar. Pembesaran amandel yang signifikan dapat mempersempit saluran napas sehingga menyebabkan mendengkur, gangguan napas saat tidur, atau kesulitan menelan.

Tidak semua amandel yang besar bermasalah. Namun bila disertai infeksi berulang atau gangguan napas, kondisinya perlu dinilai oleh dokter THT untuk menentukan penanganan yang tepat.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel. Kondisi ini umum terjadi, terutama pada anak, dan dapat berlangsung akut maupun berulang.

Penyebab

Sebagian besar tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus. Sebagian lainnya disebabkan oleh bakteri, salah satu yang penting adalah Streptokokus grup A. Membedakan keduanya penting karena memengaruhi pilihan penanganan.

Gejala yang sering muncul

  • Nyeri tenggorok dan nyeri saat menelan
  • Demam
  • Amandel tampak merah, membengkak, kadang dengan bercak putih
  • Kelenjar di leher membesar dan terasa nyeri
  • Pada anak bisa disertai rewel dan sulit makan

Kapan ke dokter

Periksakan ke dokter bila nyeri tenggorok berat, demam tinggi, sulit menelan atau bernapas, gejala tidak membaik dalam beberapa hari, atau sering berulang. Pemberian antibiotik tidak selalu diperlukan dan sebaiknya hanya berdasarkan penilaian dokter agar tepat sasaran.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Amandel bengkak pada anak bisa disebabkan oleh infeksi yang sedang berlangsung atau pembesaran amandel yang menetap. Penanganan yang tepat dimulai dari mengetahui penyebabnya.

Perawatan saat infeksi

  • Istirahat cukup dan banyak minum agar tetap terhidrasi
  • Makanan lunak dan tidak mengiritasi tenggorok
  • Penanganan demam dan nyeri sesuai anjuran dokter
  • Antibiotik hanya bila diindikasikan, yaitu pada infeksi bakteri tertentu — bukan untuk semua kasus

Bila pembesaran menetap

Amandel yang besar dan menetap perlu diperhatikan bila menimbulkan mendengkur, gangguan napas saat tidur, atau kesulitan menelan. Pada kondisi ini, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah cukup dengan pemantauan atau memerlukan tindakan.

Kapan ke dokter THT

Konsultasikan bila anak mengalami radang amandel yang sering berulang, gangguan napas saat tidur, atau kesulitan makan dan menelan. Dokter THT dapat menilai kondisi amandel dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Tonsilektomi adalah tindakan pengangkatan amandel. Tidak setiap amandel yang membesar atau pernah meradang perlu dioperasi. Tindakan ini dipertimbangkan pada kondisi tertentu setelah penilaian menyeluruh.

Pertimbangan yang umum

  • Radang amandel berulang yang sering dalam setahun dan mengganggu aktivitas
  • Gangguan napas saat tidur akibat amandel yang besar, termasuk mendengkur berat dengan jeda napas
  • Abses di sekitar amandel (penumpukan nanah) pada kasus tertentu
  • Pembesaran yang tidak simetris atau temuan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut

Bagaimana keputusannya diambil

Keputusan operasi bersifat individual dan mempertimbangkan frekuensi serta beratnya gejala, dampaknya pada kualitas hidup, dan kondisi anak atau dewasa secara keseluruhan. Manfaat tindakan ditimbang terhadap risikonya.

Diskusikan secara langsung dengan dokter THT mengenai indikasi, persiapan, dan harapan hasil agar keputusan diambil dengan informasi yang lengkap.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Setelah tonsilektomi, area bekas operasi memerlukan waktu untuk sembuh. Pemulihan umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu, dan perawatan yang baik membantu mengurangi keluhan serta risiko komplikasi.

Yang umumnya dianjurkan

  • Cukupi cairan — banyak minum sangat penting untuk pemulihan dan mengurangi nyeri.
  • Makanan lunak dan dingin pada hari-hari awal; makanan dingin sering terasa lebih nyaman.
  • Hindari makanan keras, pedas, asam, atau panas yang dapat mengiritasi area operasi.
  • Istirahat cukup dan kurangi aktivitas berat sementara waktu.
  • Minum obat sesuai anjuran dokter, termasuk pereda nyeri.

Tanda yang perlu segera ditangani

Nyeri tenggorok dan nyeri telinga ringan dalam masa pemulihan adalah hal yang umum. Namun bila terjadi perdarahan (air liur atau muntahan tampak berdarah), demam tinggi, sulit minum hingga tampak dehidrasi, atau sesak, segera cari pertolongan medis.

Ikuti jadwal kontrol yang dianjurkan agar pemulihan dapat dipantau dengan baik.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan tidur ketika saluran napas atas berulang kali menyempit atau menutup saat tidur, sehingga aliran udara terhenti atau sangat berkurang dalam waktu singkat. Episode ini bisa terjadi berkali-kali sepanjang malam tanpa disadari.

Apa yang terjadi saat tidur

Ketika saluran napas tertutup, kadar oksigen dapat menurun sesaat. Otak kemudian "membangunkan" tubuh secara singkat untuk membuka kembali jalan napas — sering ditandai dengan tersedak atau megap. Karena terjadi berulang, tidur menjadi terpecah dan tidak nyenyak meski durasi tidur cukup.

Mengapa berbahaya

OSA yang tidak ditangani dapat berdampak pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah, serta menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari yang meningkatkan risiko kecelakaan. Pada anak, OSA dapat memengaruhi konsentrasi, perilaku, dan tumbuh kembang.

Mendengkur keras dengan jeda napas adalah salah satu tanda yang sering muncul. Bila Anda atau anggota keluarga mengalaminya, sebaiknya diperiksakan ke dokter THT untuk evaluasi lebih lanjut.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Gejala OSA muncul baik saat tidur maupun saat terjaga. Karena sebagian terjadi saat tidur, sering kali justru orang lain yang lebih dulu menyadarinya.

Tanda saat tidur

  • Mendengkur keras hampir setiap malam
  • Jeda napas yang disaksikan orang lain
  • Tersedak atau megap-megap saat tidur
  • Sering terbangun atau tidur gelisah, kadang berkeringat

Tanda saat terjaga

  • Mengantuk berlebihan di siang hari meski tidur cukup
  • Sakit kepala saat bangun tidur
  • Sulit konsentrasi, mudah lupa, atau mudah lelah
  • Mudah tersinggung atau perubahan suasana hati

Pada anak

Anak dengan OSA mungkin mendengkur, bernapas lewat mulut, gelisah saat tidur, mengompol, dan di siang hari tampak hiperaktif, sulit fokus, atau prestasi belajarnya menurun.

Bila tanda-tanda ini muncul, konsultasi ke dokter THT diperlukan untuk menilai sumber penyempitan saluran napas dan menentukan langkah berikutnya.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

OSA bukan sekadar masalah mendengkur. Gangguan napas yang berulang setiap malam memberi beban pada tubuh dalam jangka panjang bila tidak ditangani.

Dampak pada kesehatan

  • Jantung dan pembuluh darah — OSA dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan gangguan jantung.
  • Tekanan darah yang lebih sulit dikontrol.
  • Metabolisme — berkaitan dengan risiko gangguan metabolik.
  • Kantuk berlebihan di siang hari yang meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
  • Kualitas hidup — tidur yang tidak nyenyak memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan produktivitas.

Dampak pada anak

Pada anak, OSA yang tidak ditangani dapat memengaruhi konsentrasi, perilaku, prestasi belajar, dan tumbuh kembang.

Kabar baiknya

OSA dapat ditangani. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai penyebab, kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan dapat membaik. Langkah awalnya adalah memeriksakan diri agar kondisi dapat dievaluasi dengan benar.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami OSA dan seberapa berat kondisinya, diperlukan pemeriksaan tidur. Pemeriksaan baku untuk ini disebut polisomnografi atau sleep study.

Apa yang dinilai

Selama tidur, beberapa parameter direkam, seperti pola napas, aliran udara, kadar oksigen, dan tahapan tidur. Dari sini dapat dihitung seberapa sering terjadi henti atau penurunan aliran napas per jam, yang digunakan untuk menentukan derajat OSA — dari ringan hingga berat.

Peran pemeriksaan THT

Selain pemeriksaan tidur, dokter THT melakukan evaluasi untuk mencari sumber penyempitan saluran napas atas — misalnya kondisi hidung, amandel, adenoid (pada anak), atau jaringan di tenggorok. Hal ini penting karena penanganan diarahkan sesuai letak sumbatan.

Mengapa diagnosis penting

Diagnosis yang akurat membantu memastikan penanganan tepat sasaran. Karena itu, mendengkur dengan tanda gangguan napas saat tidur sebaiknya tidak hanya diatasi sendiri, melainkan dievaluasi melalui pemeriksaan yang sesuai.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Penanganan OSA tidak seragam. Pilihannya disesuaikan dengan derajat keparahan, penyebab penyempitan, serta kondisi masing-masing pasien.

Perubahan gaya hidup

  • Menurunkan berat badan bila berlebih
  • Tidur dengan posisi menyamping
  • Menghindari alkohol dan obat penenang sebelum tidur
  • Mengatasi sumbatan hidung agar napas lebih lancar

Terapi dengan alat

CPAP adalah alat yang mengalirkan tekanan udara untuk menjaga saluran napas tetap terbuka saat tidur, dan sering menjadi pilihan utama pada OSA dewasa derajat tertentu. Pada sebagian kasus, alat oral (dipakai di mulut) juga dapat dipertimbangkan.

Tindakan bedah

Bila terdapat sumbatan anatomis, tindakan bedah pada saluran napas atas dapat dipertimbangkan. Pada anak, pengangkatan amandel dan adenoid sering menjadi penanganan lini pertama karena keduanya kerap menjadi penyebab utama.

Karena banyak pilihan, penting menjalani evaluasi menyeluruh terlebih dahulu. Dokter THT dapat membantu menentukan kombinasi penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Hidung tersumbat terjadi ketika rongga hidung menyempit atau lapisannya membengkak sehingga udara sulit melewatinya. Penyebabnya beragam, dan mengetahui penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.

Penyebab yang sering ditemukan

  • Rinitis — peradangan lapisan hidung akibat alergi (rinitis alergi) maupun non-alergi.
  • Infeksi — pilek (infeksi virus) atau sinusitis.
  • Deviasi septum — sekat hidung yang bengkok.
  • Pembesaran konka di dalam rongga hidung.
  • Polip hidung — pertumbuhan jaringan lunak di rongga hidung.
  • Pembesaran adenoid, terutama pada anak.
  • Iritan seperti asap, debu, atau udara kering.

Akut atau menetap

Hidung tersumbat karena pilek umumnya membaik dalam beberapa hari. Bila sumbatan berlangsung lama atau berulang, kemungkinan ada penyebab lain yang perlu dievaluasi. Pada kondisi ini, konsultasi ke dokter THT membantu menemukan akar masalahnya.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Hidung tersumbat akibat pilek biasanya membaik dalam beberapa hari hingga sekitar seminggu. Bila sumbatan berlangsung berminggu-minggu, sering kambuh, atau tidak kunjung membaik, kemungkinan penyebabnya bukan sekadar pilek.

Kemungkinan penyebab sumbatan menetap

  • Rinitis kronis, termasuk rinitis alergi yang tidak terkontrol
  • Sinusitis kronis — peradangan sinus yang berlangsung lama
  • Polip hidung
  • Kelainan struktur seperti deviasi septum atau pembesaran konka
  • Pembesaran adenoid pada anak

Mengapa perlu diperiksa

Sumbatan kronis dapat mengganggu tidur, menyebabkan bernapas lewat mulut, menurunkan penciuman, dan menurunkan kualitas hidup. Penanganan yang tepat memerlukan diagnosis penyebabnya, yang sering perlu pemeriksaan langsung, termasuk endoskopi hidung pada kasus tertentu.

Bila Anda mengalami hidung tersumbat yang menetap atau berulang, sebaiknya konsultasikan ke dokter THT agar penyebabnya dapat ditemukan dan ditangani dengan tepat.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Hidung tersumbat yang menetap sering berkaitan dengan dua kondisi yang berbeda: sinusitis dan deviasi septum. Keduanya bisa memberi keluhan mirip, tetapi penanganannya tidak sama.

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada sinus, yaitu rongga berisi udara di sekitar hidung dan wajah. Selain hidung tersumbat, keluhannya dapat berupa ingus kental, nyeri atau rasa penuh di wajah, dan penurunan penciuman. Sinusitis dapat berlangsung akut maupun kronis, dan penanganannya disesuaikan dengan penyebab serta lamanya keluhan.

Deviasi septum

Deviasi septum adalah kondisi sekat pemisah kedua rongga hidung yang bengkok. Hal ini dapat menyebabkan hidung tersumbat — kadang terasa lebih berat di satu sisi — serta dapat memperberat mendengkur dan gangguan napas saat tidur.

Mengapa diagnosis penting

Karena penyebab dan penanganannya berbeda, penting memastikan kondisi mana yang mendasari keluhan. Keduanya bisa pula muncul bersamaan. Pemeriksaan oleh dokter THT membantu menentukan penyebab dan rencana penanganan yang sesuai.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Untuk hidung tersumbat ringan, beberapa langkah sederhana sering membantu melegakan napas. Namun ada juga hal yang perlu diwaspadai agar tidak memperburuk keadaan.

Langkah yang umumnya aman

  • Cuci hidung dengan larutan salin untuk membantu membersihkan dan melegakan rongga hidung.
  • Cukupi cairan agar lendir lebih encer.
  • Hirup uap hangat untuk membantu melegakan sementara.
  • Hindari pemicu seperti debu, asap rokok, dan udara yang sangat kering.

Yang perlu diwaspadai

Semprot hidung jenis dekongestan dapat memberi kelegaan cepat, tetapi tidak boleh dipakai terlalu lama (umumnya lebih dari beberapa hari). Pemakaian berlebihan justru dapat menyebabkan sumbatan kembali yang lebih berat (rhinitis medikamentosa). Gunakan obat sesuai anjuran.

Kapan ke dokter

Periksakan ke dokter THT bila hidung tersumbat menetap atau berulang, hanya terjadi di satu sisi terus-menerus, disertai nyeri wajah, penurunan penciuman, mimisan berulang, atau mengganggu tidur. Penanganan yang tepat selalu diarahkan sesuai penyebabnya.

Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Untuk diagnosis dan penanganan yang sesuai kondisi Anda, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis THT.

Mulai Konsultasi

Periksakan keluhan THT Anda.

Punya keluhan pada telinga, hidung, atau tenggorok? Hubungi langsung untuk konsultasi dan informasi jadwal terbaru.

WhatsApp / Telepon
Emaildrgustavsyukrinto@gmail.com
Wilayah PraktekKota Tangerang, Banten